Langsung ke konten utama

Postingan

Pembisnis Harus Pandai dalam Memanejemen Waktu

Postingan terbaru

Kebodohan Bagai Api Pembakar Agama, dan Ilmu Bagai Air Pemadamnya

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al Alaq ayat 1           ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan Iqra' (bacalah), membaca adalah bagian dari ilmu, maka begitu pentingnya ilmu dalam agama islam, orang yang berilmu akan selamat dalam kehidupannya, dan orang yang tidak mempunya ilmu akan tersesat jauh dari Allah dan nabinya Muhammad SAW, maka diibaratkan oleh sebagian ulama   al ilmu nuurun (ilmu adalah cahaya), kebodohan adalah dzulumat (kegelapan), maka apabila dalam kegelapan kita tidak memiliki lampu maka kita akan tersesat, maka barangsiapa yang memiliki lampu dia akan selamat, dari itu apabila di suatu tempat di situ sedikit para ulama maka redup lampunya, tetapi kalau banyak ulama nya terang menderang, sehingga ulama berkata : لولا العلماء فصار الناس كالبهائم kalau bukan karna para ulama maka manusia ini hidup akan seperti binatang, tidak ngerti akhlaq yang baik, tidak mengerti mana yan...

SEJARAH GUS DUR MEMBELA PARA HABAIB

Tahun 1993, ada peristiwa terdasyat atas fitnah yang ditujukan kepada para Habib, yaitu sebuah statemen yang diucapkan oleh ketua MUI saat itu KH. Hasan Basri.  Statemen itu di muat di surat kabar yg berbunyi “Tidak ada anak keturunan Rasulullah ﷺ di Indonesia bahkan di dunia, karena sudah dinyatakan terputus dikarenakan tidak adanya lagi keturunan Hasan dan Husen.” Mendengar itu Alhabib Muhammad al Habsy Kwitang (saat itu beliau sedang sakit) memerintahkan Alhabib Nauval bin Jindan untuk membela kehormatan anak cucu Rasulullah ﷺ . Apa daya Alhabib Nauval bin Jindan meski dari panggung ke panggung berceramah tidak meredakan kegaduhan.  Akhirnya Gus Dur mendengar kegaduhan ini, pada saat Alhabib Nauval bin Jindan mengadakan ceramah di satu tempat, Gus Dur datang dan berinisiatif untuk bicara.  Gus Dur dengan tegas mengatakan; “Hanya orang bodoh yang mengatakan batu permata di bilang batu koral dan yang paling bodoh batu permata kok dihargakan batu kerikil, mereka para cucu...

Birrul Walidain Jalan Dibukanya Pintu Rezeki

Birrul Walidain Jalan Dibukanya Pintu Rezeki Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu ajaran Islam yang utama dan tindakan yang mulia. Dikatakan demikian, karena dengan berbakti kepada orang tua sekaligus telah melaksanakan perintah Allah SWT dan berbuat baik dengan sesama makhluk Allah SWT. Keduanya tergolong ke dalam hablun minallah dan hablun minannaas. Sebenarnya birrul walidain seseorang itu belum sempurna untuk mengimbangi kebaikan orang tua kepadanya, namun sudah dapat menggolongkan pelakunya sebagai orang yang bersyukur kepada Allah SWT dan orang tuanya, karena orang tua adalah manusia yang paling berhak mendapatkan dan merasakan budi baik dari anaknya. Namun realitanya sekarang ini masih terdapat anak-anak yang kurang ataupun tidak memperlakukan orang tuanya sebagaimana mestinya. Banyak sekali anak yang tidak lagi memperdulikan bagaimana pola ketika berbicara, bergaul, mencintai serta mendoakan kedua orang tuanya. Sering kali anak mengab...

Balasan Cinta Ibu

  Balasan Cinta Ibu Oleh: Dr. Mondry Berapa tetes air susu dari tubuhmu yang kuminum, sehingga aku bisa berjalan Berapa tetes peluh yang mengalir agar aku terawat dengan baik Berapa malam tanpa tidur engkau relakan demi tidurku Berapa tumpahan air mata kasih yang tercurah agar diriku sehat Berapa keluh yang engkau tahan, demi melihat aku tersenyum Berapa ribu untaian doa yang engkau panjatkan kehadirat-Nya, agar hidupku menjadi baik Mampukah aku menghitung segala kebaikan Mampukah aku membalas semua kemuliaan Mampukah aku menghapus untaian duka yang disembunyikan Dari hati paling dalam aku hanya bisa bersujud, memohon pada-Nya segala kebaikan bagimu Aku tunduk hormat padamu dan berharap ridai anakmu dan ikhlaskan semua yang engkau berikan Aku memohon, semoga Allah menyiapkan Jannah sebagai pengganti segala pengorbananmu Ibu. Malang, Desember 2020 Dosen Fisip Universitas Brawijaya Malang

RASALULLAH SAW HAMPIR MEMBAKAR SAHABAT YANG MEMENTINGKAN ISTRI DARIPADA IBUNYA

RASALULLAH SAW HAMPIR MEMBAKAR SAHABAT YANG MEMENTINGKAN ISTRI DARIPADA IBUNYA 'Alqamah seorang sahabat yang sangat taat. Ia tak pernah lalaikan shalat. Fadhu ataupun sunnah. Amalan puasa dan sedekah tak pernah terlewat. Namun, di penghujung hayat ia susah mengucap syahadat. Dikisahkan, saat ‘Alqamah sakit keras, istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tujuannya memberi kabar bahwa suaminya sakit kritis dan sepertinya sedang menghadapi sakaratul maut. Begitu menerima kabar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung mengutus ‘Ammar, Bilal, dan Shuhaib untuk menjenguk ‘Alqamah dan mengajarinya mengucap kalimat tuhid, Lailahaillallah. Namun, lisannya kelu tak kuasa berucap. Akhirnya, mereka kembali memberitahukan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bertanya, “Apakah di antara kedua orang tuanya masih ada yang hidup?” Disampaikan kepadanya, “Ada, wahai Rasul, ibunya. Ia sudah sangat sepuh.” Rasulullah shallallahu ‘alaih...

Tujuan Utama Puasa Adalah Taqwa

Dalam kondisi apapun, senang maupun susah, lapang atau sempit, kita wajib berusaha untuk menjadi orang yang bertaqwa. Walaupun dalam kondisi karantina yang sudah berjalan 2 bulan ini, mari kita terus meningkatkan ketaqwaan dan kesabaran. Ketaqwaan dan kesabaran adalah modal utama untuk menghadapi kondisi pandemi saat ini. Ulama ada yang mendefinisikan Taqwa sebagai berikut : التقوى هو إمتثال أوامر الله واجتناب النواهيه Taqwa adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Allah SWT. telah berjanji, bahwa barangsiapa bertaqwa pasti akan diberikan solusi dan jalan keluar atas segala persoalan kehidupan, termasuk pandemi covid-19 ini. Allah SWT berfirman dalam Q.S. At-Talaq (65) Ayat 2: فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍۢ وَأَشْهِدُوا۟ ذَوَىْ عَدْلٍۢ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلشَّهَـٰدَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِر...