Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Pembisnis Harus Pandai dalam Memanejemen Waktu

          Pentingnya memiliki manajemen waktu dalam berbisnis menjadi salah satu faktor untuk kelancaran dan kesuksesan. Dimana ketika seseorang menjalankan suatu bisnis maka ia harus menjalankan bisnisnya dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebagai pelaku bisnis tidak hanya memperhatikan satu atau dua aspek yang dapat mendorong untuk menuju kesuksesan tetapi juga perlu memperhatikan berbagai macam aspek yang berkaitan seperti salah satunya terkait dengan manajemen waktu. Pelaku bisnis harus memiliki manajemen waktu dengan baik agar urusan bisnisnya dapat berjalan lancar. Hal itu perlu dimiliki mengingat pelaku bisnis memiliki kesibukan tersendiri untuk menjalankan bisnisnya seperti misalnya melakukan pertemuan dengan client, atau agenda-agenda rapat lainnya. Untuk itu, pelaku bisnis harus mampu memanajemen waktunya dengan cara membuat daftar kegiatan, mengatur prioritas, menghindari kebiasaan menunda pekerjaan, dan lain sebagainya. Dengan bertekad untuk mem...

Kebodohan Bagai Api Pembakar Agama, dan Ilmu Bagai Air Pemadamnya

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al Alaq ayat 1           ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan Iqra' (bacalah), membaca adalah bagian dari ilmu, maka begitu pentingnya ilmu dalam agama islam, orang yang berilmu akan selamat dalam kehidupannya, dan orang yang tidak mempunya ilmu akan tersesat jauh dari Allah dan nabinya Muhammad SAW, maka diibaratkan oleh sebagian ulama   al ilmu nuurun (ilmu adalah cahaya), kebodohan adalah dzulumat (kegelapan), maka apabila dalam kegelapan kita tidak memiliki lampu maka kita akan tersesat, maka barangsiapa yang memiliki lampu dia akan selamat, dari itu apabila di suatu tempat di situ sedikit para ulama maka redup lampunya, tetapi kalau banyak ulama nya terang menderang, sehingga ulama berkata : لولا العلماء فصار الناس كالبهائم kalau bukan karna para ulama maka manusia ini hidup akan seperti binatang, tidak ngerti akhlaq yang baik, tidak mengerti mana yan...

SEJARAH GUS DUR MEMBELA PARA HABAIB

Tahun 1993, ada peristiwa terdasyat atas fitnah yang ditujukan kepada para Habib, yaitu sebuah statemen yang diucapkan oleh ketua MUI saat itu KH. Hasan Basri.  Statemen itu di muat di surat kabar yg berbunyi “Tidak ada anak keturunan Rasulullah ﷺ di Indonesia bahkan di dunia, karena sudah dinyatakan terputus dikarenakan tidak adanya lagi keturunan Hasan dan Husen.” Mendengar itu Alhabib Muhammad al Habsy Kwitang (saat itu beliau sedang sakit) memerintahkan Alhabib Nauval bin Jindan untuk membela kehormatan anak cucu Rasulullah ﷺ . Apa daya Alhabib Nauval bin Jindan meski dari panggung ke panggung berceramah tidak meredakan kegaduhan.  Akhirnya Gus Dur mendengar kegaduhan ini, pada saat Alhabib Nauval bin Jindan mengadakan ceramah di satu tempat, Gus Dur datang dan berinisiatif untuk bicara.  Gus Dur dengan tegas mengatakan; “Hanya orang bodoh yang mengatakan batu permata di bilang batu koral dan yang paling bodoh batu permata kok dihargakan batu kerikil, mereka para cucu...