Langsung ke konten utama

Tujuan Utama Puasa Adalah Taqwa



Dalam kondisi apapun, senang maupun susah, lapang atau sempit, kita wajib berusaha untuk menjadi orang yang bertaqwa.

Walaupun dalam kondisi karantina yang sudah berjalan 2 bulan ini, mari kita terus meningkatkan ketaqwaan dan kesabaran.

Ketaqwaan dan kesabaran adalah modal utama untuk menghadapi kondisi pandemi saat ini.

Ulama ada yang mendefinisikan Taqwa sebagai berikut :

التقوى هو إمتثال أوامر الله واجتناب النواهيه
Taqwa adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah SWT. telah berjanji, bahwa barangsiapa bertaqwa pasti akan diberikan solusi dan jalan keluar atas segala persoalan kehidupan, termasuk pandemi covid-19 ini.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. At-Talaq (65) Ayat 2:

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍۢ وَأَشْهِدُوا۟ ذَوَىْ عَدْلٍۢ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلشَّهَـٰدَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجا

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Kesabaran sangat perlu kita pupuk, karena ujian akan berakhir dengan kemuliaan jika diiringi dengan kesabaran.


Ibnu Sina berkata:

الوهم نصف الداء
والاطمئنان نصف الدواء
والصبر بدايةالشفاء

Kepanikan itu separuh dari penyakit, ketenangan separuh dari obat, dan kesabaran awal dari kesembuhan.

Para Kekasih Allah yaitu para Nabi dan orang–orang saleh banyak menghadapi ujian berat, dengan kesabaran yang kuat, akhirnya mereka mendapat kemuliaan disisi Allah SWT.

Misalkan :

Nabi Yunus, dikarantina di perut ikan, akhirnya mendapati umatnya bertaubat.

Nabi Yusuf dikarantina di penjara, akhirnya keluar menjadi Nabi dan Raja.

Nabi Muhammad SAW melakukan karantina di Gua Hira selama 40 hari, akhirnya diwahyukan surat al-’Alaq yang bisa membawa cahaya dan rahmat  bagi seluruh alam.

Bercermin dari para kekasih Allah diatas, kita harus bersabar dan selalu memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. dengan tanpa melupakan upaya dzohiriyah (ikhtiyar) karna hal itu harus beriringan dalam mendapatkan solusi.

Semoga kita mendapat ampunan dan kemulian dari Allah setelah pandemi covid-19 ini.


Kang Atho'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH GUS DUR MEMBELA PARA HABAIB

Tahun 1993, ada peristiwa terdasyat atas fitnah yang ditujukan kepada para Habib, yaitu sebuah statemen yang diucapkan oleh ketua MUI saat itu KH. Hasan Basri.  Statemen itu di muat di surat kabar yg berbunyi “Tidak ada anak keturunan Rasulullah ﷺ di Indonesia bahkan di dunia, karena sudah dinyatakan terputus dikarenakan tidak adanya lagi keturunan Hasan dan Husen.” Mendengar itu Alhabib Muhammad al Habsy Kwitang (saat itu beliau sedang sakit) memerintahkan Alhabib Nauval bin Jindan untuk membela kehormatan anak cucu Rasulullah ﷺ . Apa daya Alhabib Nauval bin Jindan meski dari panggung ke panggung berceramah tidak meredakan kegaduhan.  Akhirnya Gus Dur mendengar kegaduhan ini, pada saat Alhabib Nauval bin Jindan mengadakan ceramah di satu tempat, Gus Dur datang dan berinisiatif untuk bicara.  Gus Dur dengan tegas mengatakan; “Hanya orang bodoh yang mengatakan batu permata di bilang batu koral dan yang paling bodoh batu permata kok dihargakan batu kerikil, mereka para cucu...