Birrul Walidain Jalan Dibukanya Pintu Rezeki
Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu ajaran Islam yang utama dan tindakan yang mulia. Dikatakan demikian, karena dengan berbakti kepada orang tua sekaligus telah melaksanakan perintah Allah SWT dan berbuat baik dengan sesama makhluk Allah SWT. Keduanya tergolong ke dalam hablun minallah dan hablun minannaas. Sebenarnya birrul walidain seseorang itu belum sempurna untuk mengimbangi kebaikan orang tua kepadanya, namun sudah dapat menggolongkan pelakunya sebagai orang yang bersyukur kepada Allah SWT dan orang tuanya, karena orang tua adalah manusia yang paling berhak mendapatkan dan merasakan budi baik dari anaknya.
Namun realitanya sekarang ini masih terdapat anak-anak yang kurang ataupun tidak memperlakukan orang tuanya sebagaimana mestinya. Banyak sekali anak yang tidak lagi memperdulikan bagaimana pola ketika berbicara, bergaul, mencintai serta mendoakan kedua orang tuanya. Sering kali anak mengabaikan dan berlaku seenaknya terhadap keduanya, padhal orang tua yang menjadi jalan lahirnya seorang anak, orang tua telah melahirkan, membesarkan dan mendidik ketika masih bayi, sehingga kelelahan mereka berdua sering menghambat waktu istirahatnya. Sungguh benar jika sering dikatakan bahwa “kasih orang tua itu sepanjang masa, sementara kasih anak hanya sesaat saja”. Ini bukan hanya sekedar sebuah pepatah yang tak berarti, tetapi sebuah kenyataan yang melukiskan betapa kasih sayang kedua orang tua tidak ada batasannya meskipun pengorbanan yang mereka keluarkan tak akan pernah bisa dibeli dengan materi.
Berhati-hatilah bersikap terhadap kedua orang tua. Jangan sampai menyakiti hati keduanya. Karena doa orang tua termasuk salah satu doa yang Allah SWT tidak pernah menolak permohonannya atau menunda mengabulkannya, seperti halnya doa penguasa yang adil, doa orang yang teraniaya, doa orang yang di dalam perjalanan (musafir), ataupun doa orang yang sedang berpuasa hingga ia berbuka.
Kecintaan orang tua kepada seorang anak tidak terukur besarnya. Apa yang dilakukan oleh orang tua semuanya semata-mata demi kebaikan anaknya, maka dari itu anak berkewajiban untuk berbakti kepada keduanya. Berbakti kepada kedua orang tua memiliki kekuatan yang dahsyat pada kehidupan seorang anak. Sebagaimana dahsyatnya kesengsaraan dan kerugian karena tidak berbakti kepada kedua orang tua. Maka jika kalian ingin hidup bahagia di dunia maupun di akhirat berbaktilah kepada kedua orang tua, sayangilah mereka melebihi diri sendiri, jagalah mereka sekuat tenaga. Karna wali yang paling keramat bagi seorang anak adalah orang tuanya sendiri. Diantara keutamaan berbakti kepada kedua orang tua ialah sebagai beriku:
1. Membebaskan dari kesulitan hidup Berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang menimpa seorang anak. Caranya bertawasul dengan amal shaleh yaitu perbuatan baik terhadap orang tua. Masalah yang menimpa akan bisa segera terselesaikan, sebagaimana kisah tiga orang sahabat di atas.
2. Birrul walidain merupakan salah satu amal yang paling utama. Berbakti kepada kedua orang tua adalah amalan paling utama diantara amalan-amalan baik lainnya yang akan mendatangkan pahala yang besar dari Allah SWT. Inilah hikmahnya mengapa Allah SWT menyebut “birrul walidain” pada urutan kedua setelah shalat yang merupakan ibadah pokok dalam agama. Setelah itu baru menyebut jihad fii sabilillah. Sabda Rasulullah Saw:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: Seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw perbuatan apakah yang paling dicintai oleh Allah? Rasulullah menjawab: Shalat pada waktunya, kemudian apa? Rasulullah menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua, kemudian apa? Rasulullah menjawab: Jihad fii sabilillah. (H.R Muttafaqun ‘alaih)
3. Terhindar dari murka Allah SWT (mendatangkan ketentraman dalam hidup) Birrul walidain adalah amalan yang dapat mendatangkan keridhaan Allah SWT dan juga keridhaan orang tua. Jika keridhaan Allah SWT dan orang tua telah didapatkan dan terkumpul pada diri seseorang, maka tidak ada lagi yang menghalangi kebahagiaan dan ketentraman hidup seseorang. Jika seorang anak ingin masalahnya selesai maka Allah SWT akan menyelesaikannya. Itu semua karena orang tuanya ridha terhadap anaknya. Rasulullah Saw bersabda:
Artinya : Dari Abdullah bin 'Amr ra Rasulullah bersabda; Ridha Allah pada ridha orang tua dan murka Allah pada murka orang tua (H.R Tirmidzi).
Hadist ini dalil atas keutamaan dari bakti anak terhadap kedua orang tua dan kewajibannya. Berbakti kepada kedua orang tua adalah sebab ridha Allah SWT dan peringatan atas perbuatan durhaka kepada keduanya dan keharaman akan hal itu. Hal tersebut juga menjadi dasar sebab kemurkaan Allah. Bila seorang anak durhaka terhadap orang tuanya maka Allah SWT akan murka terhadapnya. Karena murka orang tua adalah murka Allah SWT juga.
4. Bertambahnya rezeki dan dipanjangkan umur Rezeki yang banyak dan halal serta umur yang panjang adalah dambaan setiap orang. Jika seseorang ingin mewujudkan maka jangan pernah mengabaikan orang tuanya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw:
وعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من سره أن يمد له في عمره ويزاد في رزقه فليبر والديه وليصل رحمه رواه أحمد
Artinya: Dari Anas bin Malik Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang senang dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya maka hendaknya ia berbuat baik kepada kedua orang tuanya dan menyambung kekeluargaan (silaturrahim).” (H.R Bukhari)
Jadi, berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu jalan dibukanya pintu rezeki sehingga rezeki akan semakin bertambah. Di dalam Islam, tidak ada kesuksesan ataupun keberuntungan bagi seorang anak yang durhaka kepada ibu dan bapaknya. Seringkali sebagian orang beranggapan bahwa sebuah kesuksesan dan kebahagiaan hanya akan bergantung kepada kerja keras, mempunyai kecerdasan yang dapat diandalkan, mempunyai keberuntungan, maka dapat dipastikan ia akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Tapi mereka lupa bahwa sebenarnya ada satu lagi di luar itu semua yang justru menjadi kunci utama untuk meraih sukses dan bahagia, yaitu adanya doa restu dari orang tua, doa restu itu akan didapatkan bila seseorang mampu berbakti kepada kedua orang tuanya.

MasyaAllah kang Atho. . . .
BalasHapusSemoga kita mampu membahagiakan kedua orang tua kita.
Hapus