Ada sebuah cerita yang cukup menarik, ada seorang waliyullah yang mukasyafah, mukasyafah itu artinya bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat, bisa berbicara dengan apa yang tidak bisa kita dialog. Di suatu waktu Waliyullah itu melihat ada rombongan wabah penyakit datang, kalau sekarang lebih dikenal dengan sebutan virus. Lalu ditanya oleh waliyullah itu, "Hei virus, mau kemana?" lalu si virus menjawab "mau ke Demaskus" ditanya lagi "ada tugas apa?" virus itu kembali menjawab "ya saya ditugasi oleh Allah untuk memberikan ujian kepada masyarakat disana", Sang Waliyullah bertanya kembali "Trus korbannya nanti berapa?" "Rencana sih 1000 orang" jawab si virus.
Ternyata betul, di Demaskus pada saat itu tersebar wabah penyakit, setelah dua tahun si Waliyullah itu bertemu lagi dengan si virus, Waliyullah berkata, " Rus.. gimana kabarmu?" virus menjawab "tugas saya sudah selesai, sekarang saya mau pulang", "trus berapa korbannya?" tanya Waliyullah dengan penasaran, "50.000 orang" kemudian waliyullah itu berkata, "Loh kok 50.000 orang, katanya 1.000?" kemudian si virus menjawab sambil tertawa " hehehe, iya, yang mati karna penyakit itu 1.000 orang, sisanya karna ketakutan, lihat penyakit, lihat orang sakit, lihat orang mati, kepanikan, gelisah, ahirnya ikut mati, yaa bukan salah saya kalau itu wahaha".

Jadi memang benar apa yang dituturkan oleh ibnu sina,
الوهم نصف الداء
والإطمئنان نصف الدواء
والصبر بداية الشفاء
Bahwa kepanikan itu separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh dari obat, dan sabar adalah awal dari kesembuhan.
Jadi dalam kondisi yang tidak kondusif ini, yakni pada saat merebaknya Covid-19, kita semua harus tetap tenang, sabar, dan jangan panik. Mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT. perbanyak dzikir, perbanyak membaca sholawat, dan juga harus tetap melakukan upaya ikhtiyar dalam bentuk menjaga kebersihan, menjaga kesahatan, mengikuti instruksi-instruksi dari pemerintah dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 ini. Semoga kita dan keluarga kita semua diberi perlindungan oleh Allah SWT.
KANG ATHO'
Bahwa kepanikan itu separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh dari obat, dan sabar adalah awal dari kesembuhan.
Jadi dalam kondisi yang tidak kondusif ini, yakni pada saat merebaknya Covid-19, kita semua harus tetap tenang, sabar, dan jangan panik. Mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT. perbanyak dzikir, perbanyak membaca sholawat, dan juga harus tetap melakukan upaya ikhtiyar dalam bentuk menjaga kebersihan, menjaga kesahatan, mengikuti instruksi-instruksi dari pemerintah dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 ini. Semoga kita dan keluarga kita semua diberi perlindungan oleh Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar